Rabu, 13 Juli 2011

Logi#3. WAL’ASHRI – Sore Yang Aneh

Aku kembali menunggangi motor bututku dan menuju ke kampus. Ada kuliah sore hari ini. Di jalan aku sambil renungin curhat setan barusan padaku. Aku jadi mikir, mana mungkin Tuhan ketiduran atau pura-pura tidur pas setan curhat tadi.

Sampai di kampus, aku langsung masuk kelas, dan semua udah pada dateng kecuali satu orang, Dosen. Yaudah, aku langsung istirahat aja di kursi dosen, sementara temen-temen pada ngerumpi gak karuan.

Nah, pas aku lagi main HP, kudenger suara aneh, mirip suara dosenku itu,

“Hey, mahasiswa. Kalian ini nunggu apa? Percuma kalian di sini!”.

Awalnya sih, aku gak yakin. Tapi ternyata bener, itu suara meja dosen, yang sejak tadi kuinjak kakinya, aku penasaran apa maksudnya,

“Lho, maksudmu apa??”

“kemarin pas HP dosenmu tengkurep di punggungku, SMS-nya kubaca, hari ini dia nyunatin anaknya”.

“wah, ternyata kamu bisa ngelihat?”

“ya iyalah, termasuk perbuatan kalian coret-coret di badanku, kalimat I Love You, Jomblo 0852353023xx, Kutunggu jandamu, Hhmm... kaya orang gak berpendidikan aja.”

“o... gitu maksudmu. Yaudah, kalo gitu kami minta ma’af deh..” sambil diam-diam kutulis kata ma’af di pojok meja.

Meja itu kelihatan tersenyum (paling tidak, menurutku).

Setelah dia baru sadar kalo aku coretin, dia teriak,

“Woy..! Woy..!”.

Aku ngeloyor pergi. Hihi..

Trus, karena nganggur, aku pake buat jalan-jalan di area persawahan. Sejuk... hijau... indah... burung-burung beterbangan dengan hewan terbang lainnya. Di situ juga ada kerbau, kambing, sapi, ular, dan sebagainya. Lalu di dekat perkampungan ada ayam, kucing, kuda, dan hewan-hewan lain yang akrab dengan menusia. Semua terlihat tentram...

Tapi tiba-tiba suasana berubah pas aku denger ada suara tangis dari ujung jalan. Aku tengok, ternyata itu suara tangis anjing dan babi. Mereka terus menangis sambil berkata,

“apa salah kami... apa salah kami, ya Allah...”

Aku langsung paham apa maksud mereka (dan kalian juga tentu paham).

Kudekati mereka dan kuajak jabat tanga, mereka menolak,

“Hey!, jangan. Dari pada kamu repot basuh tujuh kail...”

“Yaudah, emang kenapa kalian nangis...?”

“Gara-gara kami baca ini”, sambil mereka menunjuk buku-buku fiqh yang baru aja mereka baca.

Anjing melanjutkan, “mereka seenaknya menulis tentang kami, tanpa pernah wawancara dengan bangsa kami lebih dulu. Pantesan orang-orang berkopyah dan berkerudung selalu jauhi kami, dan menolak cinta tulus kami.”

Lalu tiba-tiba muncul banyak suara dengan nada keras, membenarkan ucapan Anjing,

“betul...!” “betul...!” “betul...!”

Ternyata itu suara Air, Debu, dan Buku-buku fiqh itu sendiri...

Senin, 13 Juni 2011

SETAN PUNYA PERASAAN

Nah, bener kan, yang kutakutin kejadian juga. Pas aku keluar dari musholla, sandalku udah gak ada di tempatnya tadi. Busset dah.
Hmm… tapi gak pa pa, mungkin aja lagi dipinjem om Jin yang tadi sempet ketemu. Trus, ini namanya nyuri atau ghashab ya?? Ah, perbedaan istilah itu cuma gara-gara perbedaan tempat aja. Kalau di pesantren “ghashab”, kalau di tempat lain “nyuri”.
Lalu tiba-tiba ada suara ketawa geli di sekitar papan musholla. Dari nada ketawanya sih, kaya’nya itu suara setan. Yaudahlah aku ajak ngobrol aja sekalian.
“Assalamu’alaikum,, kamu setan ya??”
“Wa’alaikum Salam Warahmatullahi Wa Barakatuh,, ya aku emang setan yang sering mangkal di papan nama ini”.
Karena aku gak bisa lihat dia, ya aku pantengi aja papan nama bertuliskan “Baitul Muttaqin” itu. Terserah orang anggap aku gila. Kalau aku ngobrol sama papan nama dianggap gila, kenapa moyang mereka yang animis itu gak dianggap gila juga. Atau sekalian aja Nabi Sulaiman yang ngobrol sama semut dianggap gila…
Tapi sepertinya si setan tau apa yang kupikirkan itu. Lalu dia menampakkan mukanya saja. Mmm… Kalau dipoles dikit pasti cakep deh..
“Siapa namamu? Dan kenapa ketawa??”
“Namaku Soeharto. Aku ketawa lihat kamu bingung nyariin sandal. Tadi pas om Jin keluar, aku tawarin aja sandalmu, ternyata dia mau juga”.
“O… jadi gara-gara kamu ya?!”
“Eytt!, jangan marah dulu… aku cuma jalanin tugas dari Tuhanmu juga…”
“Hhmm… Tuhan emang aneh. Tapi asik juga. Sekenario yang menggelikan. hehe.”
Tapi tiba-tiba muka soeharto berubah sedih. Kaya’nya dia lagi banyak pikiran.
“Oke, Gue minta ma’af anak muda. Oiya, aku boleh curhat gak??”
“Curhat? Waduh, ya mumpung ketemu sih. Tapi jangan lama-lama, aku mau pergi nih..”
“Oke. Jadi gini.. sebenerne gue gak mau kaya gini terus. Dapet tugas kok ganguin orang. Aku pengen kaya kalian manusia, tapi malah dimusuhi manusia. Malahan, aku dijanji masuk neraka selamanya..!! dan semua itu gara-gara satu kesalahan moyangku, mbah Iblis yang gak mau nyembah mbah Adam”.
“Nah, itu kan salah moyangmu sendiri, gara-gara sombong, mentang-mentang dibikin dari api, ngrasa lebih kuat dari tanah…”
“gue sendiri gak bisa pastiin kalo api itu slalu lebih kuat dari tanah. Tapi ternyata sejarah juga bilang gitu…”
“maksudmu??”
“Kalo emang manusia lebih mulia dari iblis, Mbah Adam kok ya mau aja dikibuli mbah iblis biar makan buah terlarang itu. Makanya, semua itu gak mungkin terjadi tanpa rencana Tuhan. Betul gak?”
“Mm.. betul juga sih. Trus mau kamu sekarang gimana? Kalo kamu mau hidup kaya manusa, ya ibadah dong...”.
“Lho, piye tho, Tuhan kan gak nyuruh aku beribadah. Yang disuruh tu cuma Jin dan Manusia kan!!”.
“Wah, betul juga. Kalo gitu terimalah tugasmu itu dengan ikhlas. Pasti dapat bernilai ibadah juga... Gak usah buru surga deh. Bisa jadi kalian bangsa iblis kelak masuk surga juga. Dan itu bukan berarti Tuhan mengingkari janjinya, tapi bentuk hak Tuhan yang siapapun gak bisa nglarang.”
“Wah, makasih semangatnya. Kita saling support ya. Smoga aku smangat ganggu kalian, dan semoga kalian makin semangat waspada dengan kami... Good Luck!”. Oke kalo gitu, aku mau On Line dulu....^_^